Kartu Kredit: Aturan Main Penggunaan

Kartu Kredit: Aturan Main Penggunaan

Ketika kartu kredit baru sudah berada di tangan, berarti kita masih memiliki pilihan lagi, yakni diaktifkan atau tidak. Dua pilihan ini harus dibuat dengan penuh tanggung jawab. Jika tidak ingin menggunakannya, segera potong- potong kartu kredit tersebut dan dibuang di tempat sampah. Kenapa harus dipotong- potong? Kartu kredit yang dibuang secara utuh, bisa dilakukan validasi oleh orang lain asalkan data yang diverifikasi kepada bank benar. Pada surat pengiriman kartu kredit, biasanya terdapat form yang berisi data pemohon kartu kredit untuk melakukan verifikasi. Apabila surat ini ditemukan orang lain dalam keadaan utuh, maka orang tersebut bisa melakukan validasi dan menggunakan kartu kredit tersebut.

Tanda Tangan Pada Kartu Kredit

Pada setiap kartu kredit, terdapat pita putih yang disediakan bagi pemiliknya. Di mana pita putih itu berfungsi untuk membubuhkan tanda tangan sebagai validasi kasir, untuk memastikan bahwa kartu kredit yang digunakan untuk melakukan pembayaran adalah benar- benar milik pembeli. Hampir kebanyakan pemilik kartu kredit memberikan tanda tangan pada pita putih ini. Dalam setiap transaksi pembayaran, pemegang kartu kredit harus melakukan tanda tangan pada nota pembayaran yang sama persis dengan tanda tangan yang terdapat pada kartu kredit.

Sebuah catatan harus diperhatikan bagi pemilik kartu kredit. Orang lain dengan jenis kelamin yang sama, asalkan bisa membubuhkan tanda tangan yang sama persis, bisa menggunakan kartu kredit untuk melakukan pembayaran. Jadi, ketika Anda merasa kehilangan kartu kredit, segeralah menghubungi customer care atau card center melalui telepon untuk melaporkan kehilangan itu agar kartu kredit segera bisa dinonaktifkan.

Apabila kartu kredit tidak diberi tanda tangan pemiliknya maka siapapun bisa menggunakan kartu kredit tersebut. Syaratnya, apabila nama yang tercantum adalah nama pria, maka penggunanya juga harus pria. Begitu juga sebaliknya.

Pada transaksi atau pembayaran dengan menggunakan kartu kredit dalam jumlah yang besar, pengguna kartu kredit biasanya diminta menunjukkan kartu identitas. Transaksi ini biasanya dilakukan di toko emas, elektronik, handphone, dan barang berharga lainnya. Kadang ada pula bank yang selalu melakukan konfirmasi tentang pemakaian kartu kredit di luar kebiasaan umum. Misalnya, jika terjadi transaksi di sebuah toko perhiasan, petugas bank akan menghubungi pemegang kartu kredit tentang kebenaran transaksi itu. Proses pemberitahuan ini sekarang sudah dijadikan peraturan oleh Bank Indonesia. Dimana setiap bank penerbit kartu kredit harus memiliki sistem alert yang secara otomatis akan memberitahukan kepada pemegang kartu kredit bahwa telah terjadi transaksi dalam jumlah besar. (MW)