Kartu Kredit: Batas Penggunaan Dana (2)

Kartu Kredit: Batas Penggunaan Dana (2)

– Penggunaan yang Realitstis
Seorang pemegang kartu kredit yang bijak akan menggunakan kartu kreditnya dengan bijak pula. Misalnya, untuk membayar tagihan telepon, internet, TV kabel, bensin atau pertamax, makan siang di kafe dan sejenisnya yang bisa dilakukan dengan praktis. Penggunaan seperti ini bisa memberikan poin yang baik bagi pengguna kartu kredit. Lain halnya jika kartu kredit digunakan untuk membayar belanja kebutuhan sehari- hari di supermarket, membeli perangkat elektronik yang sangat mahal, membeli perhiasan emas, apalagi jika disinyalir belanjaan itu ditujukan untuk mendapatkan uang tunai. Istilah umumnya adalah ‘menggesek’ kartu kredit agar mendapatkan uang cash dengan potongan dana 2 %. Bank penerbit kartu kredit tidak segan- segan memberikan penilaian yang kurang bagus terhadap perilaku tidak baik ini. Akibatnya, kenaikan batas penggunaan maksimal pun tidak bisa dipenuhi oleh bank penerbit.

Pada aturan terbaru Peraturan Bank Indonesia nomor 14/2/PBI/2012, perlakuan menggesek kartu kredit ini tergolong ke dalam penyalahgunaan kartu kredit. Merchant tempat menggesek kartu kredit itu bisa saja dimasukkan ke daftar hitam, serta dicabut hak operasionalnya sebagai merchant. Bank penerbit kartu kredit berhak pula memblokir kartu kredit yang ‘sering’ disalahgunakan tersebut.

– Jumlah Dana dalam Rekening Tabungan
Faktor yang satu ini merupakan faktor yang sangat disenangi oleh bank penerbit kartu kredit. Dengan jumlah dana tabungan yang banyak dan history transaksi yang wajar, penggunaan kartu kredit menjadi tidak mengkhawatirkan. Apa pun perilaku pemegang kartu kredit, dalam kondisi uang tabungan yang banyak, batas penggunaan maksimum selalu bisa dipertimbangkan untuk dinaikkan. Bank penerbit kartu kredit memiliki teknik tersendiri dalam penghitungan batas penggunaan maksimal yang telah disesuaikan dengan manajemen resiko. (MW)