Kartu Kredit: Batas Penggunaan Dana (3)

Kartu Kredit: Batas Penggunaan Dana (3)

– Gaya Hidup Pemegang Kartu Kredit
Jabatan di dunia pekerjaan dan besarnya kekayaan bisa mempengaruhi gaya hidup pemegang kartu kredit. Diskusi- diskusi yang dilakukan rekan kerja di kafe, diskotik, night club, dan sejenisnya tentu memerlukan cara pembayaran yang smart juga. Tidak jarang, tempat- tempat di atas memberikan diskon yang menarik kepada pengguna kartu kredit. Dengan digunakannya kartu kredit di tempat- tempat berkelas maka menunjukkan bahwa pemakai kartu kredit adalah orang yang berkelas pula. Ini adalah poin tersendiri bagi bank penerbit untuk mempertimbangkan menaikkan batas penggunaan maksimum. Tentu saja harus diimbangi pula dengan konsekuensi wajib, yaitu membayar tagihan tanpa terlambat.

– Aset yang Dimiliki Pengguna Kartu Kredit
Bagi analis bank penerbit kartu kredit, aset yang dimiliki nasabah juga bisa dijadikan dasar dinaikannya level batas penggunaan maksimum kartu kredit. Seorang pemegang kartu kredit yang telah keluar dari pekerjaannya, namun masih tinggal di kompleks perumahan mewah dengan status rumahnya sendiri, masih saja diberi kesempatan kenaikan batas penggunaan maksimum. Bank penerbit kartu kredit memiliki dasar, bahwa pemegang kartu kredit tersebut kemungkinan besar masih bijaksana dalam menggunakan kartu kredit; atau mudah mendapatkan pekerjaan kembali; atau dalam keadaaan terburuk, masih bisa membayar tagihan kartu kredit jika harus dengan menjual asetnya, seperti mobil atau rumahnya sendiri. Atau setidaknya, orang dengan golongan ini akan malu dan segera membayar tagihan kartu kredit jika didatangi oleh seorang debt collector. (MW)