Kartu Kredit :Cara Pengajuan (3)

Kartu Kredit :Cara Pengajuan (3)

Ketika calon nasabah mengatakan sepakat untuk membuatkan kartu kredit baru, maka operator akan segera mengirim kurir untuk mengambil persyaratan dan meminta tanda tangan form pengajuan kepemilikan kartu kredit. Tidak sampai dua hari, kurir tersebut akan datang ke rumah atau kantor pemohon. Setelah dianalisis data pemohonnya, tidak lebih dari 14 hari kartu kredit yang baru bisa diterima di rumah atau di kantor. Proses validasi pun siap dilakukan.

Pengajuan kartu kredit kadang tidak perlu dilakukan oleh pemegang kartu kredit. Dengan melihat history transaksi rekening tabungan nasabah bank, juga history pembayaran kartu kredit yang telah dimiliki nasabah, tidak jarang bank penerbit kartu kredit secara sepihak langsung mengirim kartu kredit ke alamat nasabah dan siap divalidasi. Selanjutnya, tinggal keputusan nasabah bank tersebut, apakah menghendaki menggunakan kartu kredit tersebut atau tidak. Jika menghendaki, nasabah bisa langsung melakukan validasi dengan menghubungi nomor telepon yang terlampir di dalam surat pengiriman kartu kredit. Jika tidak menghendaki menggunakannya, nasabah cukup memotong kartu kredit tersebut dan membuangnya.

Pada akhir tahun 2011, dengan diterbitkannya Peraturan Bank Indonesia Nomor 13/25/PBI/2011, tentang Prinsip Kehati-hatian bagi Bank Umum yang Melakukan Penyerahan Sebagian Pelaksanaan Pekerjaan Kepada Pihak Lain, prosedur penerbitan kartu kredit mulai diperketat. Bank tidak bisa dengan mudah memberikan fasilitas kartu kredit kepada masyarakat. Begitu juga dengan aktivitas agensi marketing yang merupakan pihak lain, yang menyediakan jasa marketing kartu kredit mulai dibatasi dengan peraturan yang ketat. Mulai 9 Desember 2011 itulah, telepon dari telemarketing kartu kredit sama sekali tidak terdengar.

Pengajuan kartu kredit hanya bisa dilakukan apabila nasabah datang langsung ke bank penerbit kartu kredit. Nasabah kartu kredit bisa datang ke gerai- gerai yang dibuat oleh pihak bank penerbit sendiri, bukan dibuat oleh marketing agensi. Contohnya adalah bank penerbit kartu kredit HSBC yang selalu membuat gerai pengajuan kartu kredit di mall- mall besar. Di depan petugas bank, nasabah harus mengisi form aplikasi pengajuan kartu kredit dan menandatangani secara langsung.

Bank penerbit juga dilarang memberikan fasilitas kartu kredit secara langsung, yang hanya berdasarkan history pemakaian kartu kredit atau besarnya rekening tabungan. Di mana tanpa adanya form pengajuan kartu kredit resmi, yang ditandatangani oleh calon pemegang kartu kredit. (MW)