Kartu Kredit dan Ketentuan Hukum (2)

Kartu Kredit dan Ketentuan Hukum (2)

Perkembangan dunia perdagangan semakin cepat. Bank juga semakin canggih dalam menjalin hubungan jaringan sehingga terbentuklah kerja sama yang sangat bagus antar bank di seluruh dunia. Cek tunai sebagai alat pembayaran yang paling praktis dan aman pun mulai ditinggalkan karena adanya produk kartu kredit yang diluncurkan oleh perbankan. Sebenarnya ide diciptakannya produk kartu kredit ini sudah ada sejak tahun 1920-an di Amerika Serikat, di mana kartu kredit itu dikeluarkan oleh toko- toko tertentu dan hanya bisa digunakan untuk berbelanja di toko tersebut.

Ketika kabar penggunaan kartu kredit ini dikenal di Inggris dan negara- negara Eropa lainnya, perkembangan kartu kredit tidak bisa dibendung lagi. Penerbit kartu kredit bukan hanya toko saja, namun pengusaha- pengusaha perbankan saling berlomba memberikan fasilitas terbaik dalam memberikan layanan kartu kredit kepada nasabahnya. Dari sinilah mulai dikenal perdagangan dengan sistem pembayaran yang tertunda, yaitu dengan cara ditalangi terlebih dahulu oleh bank penerbit kartu kredit. Dengan menggunakan kartu kredit, transaksi yang terjadi pada hari itu dibayar secara tunai oleh bank penerbit kartu kredit. Satu bulan kemudian, pemilik kartu kredit harus mengembalikan dana talangan itu kepada bank penerbit.

Pada tahun 1946, kartu kredit telah dibuat dengan bahan plastik dan diterbitkan pertama kali oleh Flatbush National Bank of Brooklyn di New York, Amerika Serikat. Pada tahun 1950, The Dinners Club Inc. juga menerbitkan kartu kredit yang diikuti oleh American Express Company dan Bank of American Overseas yang menerbitkan kartu kredit pada tahun 1958. Kartu kredit semakin digemari karena pengusaha merasa sangat diuntungkan ketika perdagangan yang mereka lakukan mendapat kucuran modal dari bank penerbit kartu kredit meskipun hanya berlangsung selama satu bulan. (MW)