Kartu Kredit dan Ketentuan Perbankan (3)

Kartu Kredit dan Ketentuan Perbankan (3)

* Dengan hadirnya peraturan- peraturan Bank Indonesia tentang alat pembayaran menggunakan kartu mulai tahun 2009, aktivitas usaha kartu kredit di Indonesia sebetulnya semakin dibatasi dengan regulasi- regulasi agar pengguna kartu kredit dan bank penerbit kartu kredit, beserta lembaga- lembaga yang terkait bisa berjalan beriringan tanpa ada yang merasa dirugikan. Banyak aturan main yang memberikan nuansa perubahan ke arah positif semenjak tahun akhir 2009. Di antaranya adalah:

– Marketing Agency sebagai penyedia jasa yang mendapatkan borongan pekerjaan pemasaran kartu kredit dari bank, tidak lagi mudah memberikan rekomendasi kelayakan calon pemegang kartu kredit kepada bank penerbit kartu kredit.

– Tukar- menukar data pemegang kartu kredit dari pihak bank penerbit maupun perusahaan penyedia jasa kepada perusahaan lain, yang tidak berhubungan dengan kartu kredit sudah tidak diperbolehkan. Pemegang kartu kredit pun tidak perlu terusik kenyamanannya akibat banyak sekali telemarketing yang menghubunginya hampir setiap jam dan setiap hari, untuk menawarkan suatu produk.

* Pemegang kartu kredit semakin dibatasi dengan pertimbangan:
– Faktor usia
– Faktor penghasilan dan pengeluaran bulanan
– Faktor jumlah uang dalam rekening tabungan atau deposito beserta history transaksinya
– Faktor sejarah pemakaian kartu kredit dan lainnya

* Penerbit kartu kredit harus mengetahui, mengawasi dan bertanggung jawab atas segala aktivitas yang dijalankan oleh penyedia jasa sebagai pelaksana pekerjaan bank dalam usaha kartu kredit ini. Termasuk dalam hal berikut ini:
– Legalitas perusahaan agensi marketing beserta telemarketingnya;
– Cara- cara telemarketing dalam menawarkan produk kartu kredit;
– Legalitas perusahaan penagihan tunggakan kartu kredit;
– Cara debt collector dalam melakukan tagihan utang kartu kredit;
– Keberadaan dan reputasi komisaris dan direksi perusahaan penyedia jasa, dan lainnya

* Pemegang kartu kredit tidak bisa menggunakan kartu kredit selain untuk pembayaran belanja yang sewajarnya. Aktivitas yang tidak diperbolehkan itu antara lain:
– Menggunakan kartu kredit untuk membeli barang senilai batas maksimal penggunaan (misalnya emas dan perangkat elektronik), yang kemudian dijual lagi kepada toko semula dengan harga 2 %- 2,5 % lebih murah. Dalam istilah pengguna kartu kredit biasanya disebut sebagai “menggesek tunai” kartu kredit. (MW)