Kartu Kredit dan Ketentuan Perbankan (5)

Kartu Kredit dan Ketentuan Perbankan (5)

* Penyedia jasa penagihan utang kartu kredit harus bersikap sebagaimana proses penagihan utang kartu kredit dilakukan oleh bank penerbit kartu kredit sendiri, yaitu dengan penuh etika dan tunduk pada aturan perundangan yang berlaku. Khusus pada kebijakan tentang jasa penagihan utang kartu kredit ini memiliki imbas yang luar biasa, di antaranya:

– Sampai pada akhir tahun 2011, collector utang kartu kredit seperti harus menyelesaikan pekerjaan rumah yang luar biasa besar. Banyak tunggakan dan utang kartu kredit yang ditagih sampai- sampai harus dengan kekerasan karena para collector khawatir, pada tahun 2012 jasa mereka sudah tidak digunakan lagi karena pesyaratan menjadi lembaga penyedia jasa collector yang sangat sulit. Di Jakarta, proses penagihan ini bahkan sampai berakibat adanya kasus penganiyaan dan kematian.

– Memasuki awal 2012, tiba- tiba collector sama sekali tidak menampakkan aktivitasnya. Mereka sepertinya sudah paham akan diterbitkannya Peraturan Bank Indonesia yang baru di mana salah satu poinnya adalah mengatur tentang jasa peangihan utang kartu kredit.

– Bulan Februari 2012, petugas bank penerbit kartu kredit banyak yang langsung menghubungi narasumber pemegang kartu kredit yang mengalami gagal bayar, untuk menyelesaikan utang kartu kreditnya dengan jalan baik- baik di kantor cabang bank penerbit kartu kredit. Ada yang minta dibayar utuh sesuai penggunaan, ada pula yang memberikan keringanan karena alasan tertentu dari pemegang kartu kredit.

– Bulan Maret 2012, banyak narasumber pengguna kartu kredit yang menyelesaikan tagihan utang kartu kredit– nya dengan fasilitas diskon yang lumayan besar. Alasan yang mereka ajukan adalah karena penghasilan yang tiba- tiba merosot drastis, kebutuhan biaya hidup yang semakin meningkat dan persiapan pelunasan biaya- biaya pendidikan seperti ujian akhir, kelulusan, dan pendaftaran siswa baru. (MW)