Kartu Kredit: Metode Pembayaran

Kartu Kredit: Metode Pembayaran

Di dalam surat pemberitahuan penggunaan kartu kredit, biasanya terdapat jumlah transaksi yang dilakukan menggunakan kartu kredit tersebut. Setelah itu, pada bagian paling bawah, biasanya dituliskan jumlah dana yang harus dibayarkan. Biasanya ditambahkan biaya materai sejumlah Rp 6.000.

Bagi pengguna kartu kredit yang memang mampu melakukan pelunasan pembayaran secara langsung, hendaknya dibayar sesuai dengan jumlah yang tertera. Kalaupun kurang sedikit, biasanya tidak ada masalah dan akan ditagihkan pada bulan berikutnya. Misalnya, dalam surat pemberitahuan disebutkan bahwa jumlah dana yang harus dibayarkan adalah Rp 4.015.050. Dikarenakan kesulitan menuliskan angka tersebut maka pengguna kartu kredit jika membayarkan Rp 4.000.000 tidak dipermasalahkan. Namun, ada salah satu bank BUMN di Indonesia yang sangat ketat dalam soal pembayaran ini. Kurang Rp 1.000 saja pemilik kartu kredit membayarkan uang tagihan maka dianggap sebagai keterlambatan pembayaran. Dendanya bisa sangat besar, tergantung jumlah pemakaian dalam surat pemberitahuan tersebut.

Pembayaran  dengan pelunasan secara langsung bisa dilakukan di teller bank penerbit kartu kredit, melalui Anjungan Tunai Mandiri (ATM), atau melalui setoran tunai dari bank lain. Pemilik kartu kredit ada pula yang tidak mau repot dengan urusan pembayaran kartu kredit. Mereka bisa melakukan setting pembayaran otomatis, yaitu autodebit melalui rekening tabungan yang telah disetujui pemilik kartu kredit untuk melakukan autodebit. Apabila rekening tabungan yang dimaksud dalam keadaan terisi dana yang mencukupi untuk pembayaran tagihan otomatis, maka jumlah dana dalam rekening tabungan itu akan berkurang secara otomatis untuk pembayaran tagihan kartu kredit. Pemilik kartu kredit pun tidak perlu repot membayar tagihan kartu kredit itu ke teller atau ATM.

Metode pembayaran yang lain adalah dengan mengubah tagihan kartu kredit tersebut menjadi cicilan tetap. Cukup dengan menghubungi customer care atau card center dari bank penerbit kartu kredit tersebut maka tagihan kartu kredit bisa diubah menjadi cicilan tetap dengan jangka 3 bulan, 6 bulan, atau 12 bulan. Tentu saja ada hitungan bunga yang harus dibebankan oleh pengguna kartu kredit.

Selain itu, masih ada lagi metode pembayaran yang bisa dilakukan pemilik kartu kredit, yaitu pembayaran minimum. Misalnya, tagihan kartu kredit dalam satu bulan adalah Rp 4.000.000. Di dalam surat pemberitahuan, selain ada jumlah yang harus dibayarkan, juga tertera jumlah pembayaran minimum yang bisa dibayarkan. Biasanya jumlahnya adalah 10 % dari total tagihan yang ada, yaitu Rp 400.000. Namun, harus dicatat dan digarisbawahi, pembayaran dengan jumlah minimum ini bukanlah solusi bagi pengguna kartu kredit. Pada bulan berikutnya, jumlah tagihan yang dikirimkan ke alamat pemilik kartu kredit semakin bertambah padahal tanpa penggunaan sedikit pun, hanya gara- gara pembayaran sejumlah tagihan minimum ini. (MW)