Kartu Kredit: Penggunaan Baik vs Tak Baik

Kartu Kredit: Penggunaan Baik vs Tak Baik

Penggunaan kartu kredit yang baik memiliki maksud, bahwa kartu berhutang tersebut digunakan secara rasional, tidak berlebihan atau hanya untuk memenuhi kebutuhan lifestyle saja, sehingga bank penerbit akan memberikan kepercayaan sepenuhnya kepada pemegang kartu berhutang untuk mendapatkan fasilitas lebih melalui jenis kartu kredit yang lebih baik pula. Penggunaan kartu kredit secara baik tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:

– Kartu kredit digunakan untuk pembayaran autopayment tagihan listrik, telepon, surat kabar, internet, dan lain-lain.
– Kartu kredit hanya digunakan untuk pembayaran makanan atau minuman ringan di kafe kelas atas yang terkenal seperti Starbucks, Doom, dan lain- lain.
– Kartu berhutang digunakan untuk pembayaran tiket nonton bioskop, dan lain- lain.
– Pembayaran tagihan kartu berhutang  tidak pernah terlambat.

Penggunaan kartu kredit secara tidak baik biasanya dicontohkan sebagai berikut:
– Kartu kredit digunakan untuk belanja kebutuhan keluarga sehari- hari dalam jumlah yang sangat besar dalam sekali transaksi.
– Tagihan kartu berhutang dibayarkan tidak tepat waktu (terlambat).
– Tagihan kartu kredit dibayarkan hanya sebesar pembayaran minimum saja.
– Kartu kredit digunakan untuk pembayaran ‘satu jenis barang’ dalam jumlah yang sangat besar pada satu buah transaksi. Misalnya adalah pembelian perhiasan emas, TV plasma terbaru, dan lain- lain. Pada kasus ini, banyak sekali kasus malpraktik yang sering dilakukan pemilik kartu kredit yaitu menggesek kartu berhutang untuk mendapatkan uang tunai di toko perhiasan emas atau di toko elektronik. Dalam nota yang dikeluarkan toko, biasanya menyebutkan bahwa pengguna kartu berhutang membeli sebuah perhiasan emas seberat sekian gram dan dibayar menggunakan kartu kredit. Toko emas sendiri pada saat yang sama akan membeli emas tersebut dengan sejumlah uang yang akan diterima pemilik kartu kredit dengan selisih harga 2 %- 2,5 % lebih murah dari harga belinya.
– Kartu berhutang digunakan untuk pembayaran belanja baik secara fisik maupun belanja secara online, di mana pada saat surat tagihan datang, pemilik mengaku tidak pernah menggunakannya untuk berbelanja. (MW)