Kartu Kredit: Proses Otentifikasi dengan PIN

Kartu Kredit: Proses Otentifikasi dengan PIN

Banyak kasus yang terjadi dalam penggunaan kartu kredit. Di mana seorang pemilik kartu kredit merasa tidak menggunakan kartu kreditnya, untuk suatu pembayaran yang memang tidak pernah dilakukannya. Penyebabnya bisa karena kartu kredit itu disalahgunakan orang dekat atau karena hilang bersama dompet yang diambil penjahat. Bahkan, bisa juga memang karena menjadi korban sindikasi penggandaan kartu kredit. Pemilik kartu kredit berhak mengajukan laporan “tidak mengakui” transaksi- transaksi yang memang benar- benar terjadi kepada costumer care atau card center terdekat.

Pada Peraturan Bank Indonesia (terbaru) nomor 14/2/PBI/2012 yang diterbitkan 6 Januari 2012 tentang kartu kredit, penggunaan tanda tangan sudah mulai dihilangkan. Kartu kredit harus menggunakan chips yang berisi data nasabah secara digital. Mesin pembayaran pada kasir akan mengidentifikasi kartu tersebut secara otomatis.

Metode tanda tangan dalam transaksi juga sudah dihapus. Semua transaksi dengan menggunakan kartu kredit harus disetujui oleh pemegang kartu kredit dengan sebuah PIN yang terdiri dari 6 digit angka. Dengan mekanisme transaksi seperti ini, kejahatan pemalsuan kartu kredit bisa diminimalkan. Begitu juga ketika kartu kredit hilang, maka tidak akan bisa digunakan oleh orang lain. Semua kartu kredit harus bisa menjalankan proses otentifikasi dengan PIN ini mulai tanggal 1 Januari 2015.

PIN Kartu Kredit di Indonesia

Jika selama ini kita melakukan transaksi kartu kredit dengan cara membubuhkan tanda tangan, mulai 1 Januari 2015 para pengguna kartu berhutang harus memakai PIN. Penggunaan PIN atau Personal Identification Number yang diatur oleh Bank Indonesia (BI) tak hanya diterapkan untuk kartu kredit tapi juga nantinya untuk kartu debit.

Penggunaan PIN sebanyak 6 digit untuk meningkatkan keamanan ini telah diungkapkan oleh Direktur Eksekutif Departemen Akunting dan Sistem Pembayaran BI, Rosmaya Hadi. Penerapan PIN ini merupakan tahapan lanjutan dari penggunaan chip pada kartu berhutang, “Untuk kredit kita sudah terapkan chip 100%. Untuk pin 6 digit itu berakhir pada akhir 2014. Atau 1 Januari 2015 itu semua kartu kredit harus memiliki pin 6 digit.”

Apakah penerapan PIN kartu kredit ini memang terbukti dapat meningkatkan keamanan dan kenyamanan nasabah dalam setiap transaksi? (MW)