Kartu Kredit untuk Transaksi Offline

Kartu Kredit untuk Transaksi Offline

Dalam setiap transaksi jual-beli, tentu ada proses pembayaran yang menyertai serah- terima barang atau jasa. Pembayaran secara konvensional dilakukan dengan menyerahkan sejumlah uang untuk menebus suatu barang atau jasa. Pembayaran juga bisa dilakukan pembeli dengan transfer ataupun setoran tunai melalui teller di bank, untuk dimasukkan ke dalam rekening tabungan penjual.  Ketika dunia bisnis harus sejalan dengan kemajuan teknologi, di mana transaksi bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja, maka kartu kredit adalah salah satu alternatif cara baru dalam melakukan pembayaran. Penjual bertemu dengan pembeli terjadi proses tawar- menawar harga barang. Setelah saling menyatakan sepakat, proses jual-beli pun dilakukan. Di toko- toko yang tersedia jaringan internet dan telah menjalin kerjasama dengan bank penerbit kartu kredit, proses pembayaran bisa dilakukan dengan kartu kredit seperti ini tetap saja tergolong sebagai transaksi konvensional, meskipun pembayaran dengan menggunakan alat perangkat debit dengan menggesekkan kartu ATM, maupun dengan menggunakan kartu kredit. Pada alat debit dengan kartu ATM dana yang digunakan untuk melakukan pembayaran langsung diambilkan dari rekening tabungan penggunanya. Sementara itu, dengan kartu kredit proses pembayaran dilakukan oleh bank penerbit kartu kredit terlebih dahulu.

Transaksi offline ini ditandai dengan adanya pertemuan antara penjual dan pembeli di suatu tempat, seperti toko, rumah makan, bengkel mobil, pom bensin, dan sebagainya. Barang atau jasa yang dijual pun langsung bisa dibawa pulang atau dinikmati oleh pembeli. Pemilik kartu kredit sebagai pembeli cukup menyerahkan kartu kredit ke sebuah alat untuk mengidentifikasi nomor kartu. Setelah kartu teridentifikasi, secara otomatis kasir diminta memasukkan angka sesuai jumlah yang harus dibayarkan. Ketika ditekan “Yes” atau “Enter”, mesin kecil itu akan mengeluarkan secarik kertas berisi nota pembayaran yang harus ditandatangani pemilik kartu kredit. Transaksi model seperti ini telah menjadikan proses jual beli menjadi lebih praktis, mudah, aman, dan nyaman.

– Proses tidak perlu membawa banyak uang ke mana- mana.

– Di meja kasir juga tidak perlu tersedia banyak uang untuk kembalian.

– Angka yang dimasukkan untuk melakukan pembayaran benar- benar pas, tidak lebih dan tidak kurang walaupun hanya satu rupiah.

– Kasir tidak perlu repot menyediakan uang kembalian berupa uang recehan. (MW)