Peluang Bank Rilis Produk Baru Kartu Kredit

Peluang Bank Rilis Produk Baru Kartu Kredit

Akibat penghapusan pasal pada Peraturan Bank Indonesia Nomor 11/11/PBI/2009 akhirnya memberikan dampak interpretasi yang subjektif, terutama bagi penerbit kartu kredit yang menganggap jenis- jenis baru kartu kredit bisa dibuat dengan persyaratan yang tidak terlalu rumit.

Pasal ini dianggap penerbit kartu kredit sebagai kunci terbukanya peluang untuk mengeluarkan produk- produk baru dari kartu kredit. Sebagai contoh adalah Bank ANZ, mengeluarkan produk kartu berhutang yang disebut sebagai Kartu Cicilan, kemudian mengeluarkan lagi produk ANZ Femme, dan sebagainya, yang pada dasarnya itu merupakan kartu kredit ANZ dengan ketentuan yang sama juga. Produk- produk ini pun dijadikan alat bagi penerbit kartu kredit untuk memberikan fasilitas lebih dari satu jenis produk kartu berhutang kepada seorang nasabah karena permintaan kenaikan golongan kartu tidak bisa dipenuhi.

Contoh konkretnya adalah sebagai berikut. Sebut saja seorang pengguna kartu kredit bernama Cherron, telah memiliki kartu cicilan ANZ bergolongan silver selama lebih dari 3 tahun dengan history pemakaian yang bagus. Batas penggunaan maksimalnya dalam satu bulan adalah Rp 6.000.000. Suatu ketika Cherron mengajukan kenaikan batas penggunaan maksimum atau mengajukan kenaikan golongan menjadi gold. Entah karena kepentingan marketing, permintaan itu tidak dipenuhi. Namun sebagai gantinya, Cherron mendapatkan kartu kredit ANZ baru dengan jenis Femme yang seharusnya khusus untuk nasabah berjenis kelamin wanita, sehingga dalam satu bulan Cherron bisa menggunakan kartu kredit ANZ dengan batas limit Rp 12.000.000. Sekali lagi, kartu kredit ANZ Femme itu dikirimkan secara cuma- cuma dan siap diaktivasi tanpa pengajuan aplikasi. (MW)