Peraturan Bank Indonesia Nomor 13/25/PBI/2011 (2)

Peraturan Bank Indonesia Nomor 13/25/PBI/2011 (2)

Peraturan Bank Indonesia Nomor 13/25/PBI/2011 tentang Prinsip Kehati- hatian bagi Bank Umum yang Melakukan Penyerahan sebagian Pelaksanaan Pekerjaan kepada Pihak Lain

* Bank penerbit kartu kredit bertanggung jawab atas pekerjaan yang dialihdayakan kepada perusahaan penyedia jasa.

* Pekerjaan yang bisa dialihdayakan kepada penyedia jasa harus memiliki kriteria sebagai berikut:
– Memiliki resiko yang rendah.
– Tidak membutuhkan kualifikasi kompetensi yang tinggi dalam bidang perbaikan.
– Tidak terkait langsung dengan proses pengambilan keputusan yang mempengaruhi proses operasional bank.

* Contoh pekerjaan penunjang pada alur kegiatan usaha bank, misalnya alur kegiatan pemberian kredit antara lain adalah:
– Pekerjaan call center
– Pemasaran yang meliputi telemarketing, direct sales maupun sales representative.
– Penagihan
– Pekerjaan pada alur kegiatan perkasan misalnya pekerjaan jasa pengelolaan kas bank.

* Contoh pekerjaan menunjang pada alur kegiatan pendukung usaha antara lain adalah pekerjaan yang dilakukan oleh sekretaris, agendaris, resepsionis, petugas kebersihan, petugas keamanan, pramubakti, kurir, data entry, dan pengemudi.

* Bank dilarang melakukan proses alih daya yang bisa berakibat beralihnya tanggung jawab atau resiko dari objek yang dialihdayakan kepada perusahaan penyedia jasa.

* Bank wajib menerapkan sistem kehati- hatian dalam proses alih daya ini, yang meliputi:
– Terlebih dahulu meneliti legalitas perusahaan penyedia jasa
– Meneliti aspek- aspek kinerja keuangan dan reputasinya, sumber daya manusia yang mendukung pelaksanaan pekerjaan, sarana dan prasarana yang dibutuhkan.

* Bank wajib memantau dan mengevaluasi kinerja perusahaan penyedia jasa paling sedikit 1 kali dalam 1 tahun, atau sewaktu- waktu bila terjadi perubahan kinerja perusahaan penyedia jasa.

* Dalam melakukan alih daya, bank wajib membuat perjanjian tertulis dengan perusahaan penyedia jasa yang mengatur hal- hal berikut:
– Ruang lingkup pekerjaan
– Jangka waktu pekerjaan
– Nilai kontrak
– Struktur biaya dan mekanisme pembayaran
– Hak, kewajibanm, dan tanggung jawab bank maupun perusahaan penyedia jasa
– Sanksi dan penalti
– Penyelesaian perselisihan (MW)