Peraturan Bank Indonesia Nomor 13/25/PBI/2011 (3)

Peraturan Bank Indonesia Nomor 13/25/PBI/2011 (3)

Peraturan Bank Indonesia Nomor 13/25/PBI/2011 tentang Prinsip Kehati- hatian bagi Bank Umum yang Melakukan Penyerahan sebagian Pelaksanaan Pekerjaan kepada Pihak Lain

* Dalam melakukan alih daya, bank wajib menerapkan manajemen resiko yang efektif sesuai dengan skala, karakteristik, dan kompleksitas pekerjaan yang dialih daya. Manajemen resiko itu bisa meliputi hal- hal sebagai berikut:
– Evaluasi dan pengawasan aktif terhadap komisaris dan direksi perusahaan penyedia jasa;
– Kecukupan kebijakan dan prosedur;
– Kecukupan proses identifikasi, pengukuran, pemantauan dan pengendalian resiko serta sistem informasi manajemen resiko;
– Sistem pengendalian intern.

* Bank penerbit wajib melaporkan kepada Bank Indonesia mengenai rencana alih daya dan kegiatan alih daya yang bermasalah. Laporan itu dibuat secara lengkap, benar, dan tepat waktu. Keterlambatan pelaporan akan dikenakan sanksi berupa denda yang tidak sedikit, sesuai dengan tingkat keterlambatan dan jenis pelaporannya.

* Bank Indonesia memberlakukan sanksi berupa denda kepada bank yang melakukan kegiatan alih daya dan tidak melaporkan kegiatan tersebut. Denda itu dibuat berjenjang antara lain:
– Denda Rp 1.000.000 per hari keterlambatan penyerahan pelaporan kegiatan alih daya sampai dengan denda maksimal Rp 100.000.000.
– Denda sebesar Rp 125.000.000 bagi bank yang diketahui oleh Bank Indonesia telah melakukan kegiatan alih daya tetapi belum menyampaikan laporan rencana alih daya dan atau penambahan atau perubahannya.

* Bank penerbit yang tidak menaati peraturan- peraturan ini akan dikenai sanksi administratif berupa:
– Teguran tertulis
– Penurunan tingkat kesehatan bank
– Pembekuan kegiatan usaha tertentu

* Bank Indonesia berhak menghentikan kegiatan alih daya yang dilakukan bank penerbit apabila menurut penilaian Bank Indonesia kegiatan alih daya itu berpotensi membahayakan kelangsungan usaha bank. (MW)