Peraturan Penyelenggaraan BI Kegiatan Kartu (3)

Peraturan Penyelenggaraan BI Kegiatan Kartu (3)

Dalam kegiatan menggunakan kartu kredit, ada aturan yang harus diikuti. Berikut ini kelanjutan dari Peraturan Penyelenggaraan BI Kegiatan Kartu:

* Apabila penerbit bertindak pula sebagai financial acquirer, selain wajib menerapkan manajemen resiko, penerbit tersebut wajib pula menerapkan pengendalian resiko keuangan dalam hal terjadi kerugian akibat penggunaan kartu palsu.

* Apabila penerbit bertindak pula sebagai technical acquirer, selain wajib menerapkan manajemen resiko, penerbit tersebut wajib pula menerapkan manajemen resiko operasional yang sekurang- kurangnya meliputi:

– Penyediaan sarana pengganti (back-up system) untuk mengantisipasi terjadinya gangguan pada perangkat keras dan jaringan komunikasi yang menjadi tanggung jawab acquirer;

– Penyediaan sarana back- up data transaksi

– Apabila penerbit bekerja sama dengan financial acquirer, penerbit wajib memastikan bahwa financial acquirer tersebut menerapkan pengendalian resiko keuangan untuk mengantisipasi terjadinya kerugian akibat penggunaan kartu palsu.

– Apabila penerbit bekerja sama dengan technical acquirer, penerbit wajib memastikan bahwa technical acquirer tersebut juga menerapkan manajemen resiko operasional.

Catatan:

1. Pada Peraturan Bank Indonesia nomor 7/52/PBI/2005 ini bersifat memberi pengertian- pengertian dan aturan main dasar tentang penyelenggaraan alat pembayaran dengan menggunakan kartu, salah satunya adalah kartu kredit. Bank dan lembaga non- bank memang langsung menjalankan fungsinya masing- masing sebagai penyelenggara APMK sambil terus meraba- raba strategi apa saja yang bisa diterapkan untuk memaksimalkan pendapatan dari penerbitan kartu kredit.

2. Pekerjaan alih daya belum banyak diterapkan. Pada awal- awal tahun penerbitan PBI ini, pekerjaan telemarketing kartu kredit oleh pihak lain masih belum ada. Debt collector dari pihak lain sudah ada, namun karena dunia kartu kredit masih sangat baru, belum ada banyak kasus yang sampai memberikan dampak tidak baik, karena takut kartu kredit masih diterbitkan dalam jumlah yang tidak terlalu banyak dan dengan sangat hati- hati. (MW)